Mengembalikan Fungsi Mailing List Angkatan

Note : Tulisan ini bekas tugas MPD, jadi sory2 aja kalau bahasanya agak “bijak” he3..

Subject : Liat deh, lucu banget !”. Petikan kalimat di samping adalah subject salah satu e-mail yang dikirim Andrew ke mailing list internal kelasnya. Sebagai seorang yang hampir setiap hari berselancar di dunia maya, Andrew kerap kali menemukan content yang menurutnya menarik ataupun lucu. Tanpa ragu-ragu, iapun kerap mem-forward alamat situs pilihannya itu ke mailing list angkatan Ilmu Komputer 43.

Suatu hari, salah seorang anggota maling list lain yaitu Jeni meberikan tanggapan berikut : “Eh, apaan sih nih ? Gak penting banget ! Menuh-menuhin inbox gw ajah..”. Akhirnya merekapun bertengkar via maling list atau kerap disebut flame war. Andrew ngotot dengan pendiriannya bahwa mailing list kelas bukan cuma untuk bertukar slide namun sebagai media sharing hiburan juga. “Agar tidak boring” bantah Andrew. Sementara menurut Jeni, mailing list kelas seharusnya digunakan sesuai dengan fungsinya, untuk bertukar informasi yang kira-kira berguna bagi mahasiswa.

Mailing List kelas merupakan alternatif media pertukaran informasi yang biasa di gunakan di kelas selain jarkom ( jaringan komunikasi ) dan teriak di depan kelas tentunya. Bagi jurusan yang anak-anakanya menggunakan internet cukup sering seperti Ilmu Komputer, maling list dapat sangat membantu ketua kelas dalam menjalankan tugasnya. Ketua kelas dengan mudah membagi-bagikan soft copy slide, memposting pengumuman, ralat jadwal kuliah minggu depan, informasi kegiatan, dan lain sebagainya. Bukan hanya ketua kelas yang terbantu oleh adanya mailing list. Mahasiswa “biasa” pun dapat dengan mudah membagi-bagikan informasi penting yang dia terima untuk diketahui oleh mahasiswa lain.

Namun selain keuntungan-keuntungan di atas, mailing list juga mempunyai beberapa kelemahan. Tidak semua informasi bagus untuk diposting di mailing list. Ralat jadwal kuliah besok tentu tidak cocok untuk diumumkan lewat mailing list karena tidak semua anak ngecek email mereka hari ini. Selain itu, peserta mailing list juga seringkali hanya membaca pesan yang subjeknya dia anggap menarik.

Yang akan dibahas disini adalah, mailing list akan sangat mudah berubah fungsinya dari media pertukaran informasi menjadi arena untuk ngejunk ( memposting informasi yang tidak berguna ) dan debat kusir. Untuk itu mari kita lihat hal-hal yang perlu diperhatikan agar mailing list internal angkatan bisa tetap berjalan sesuai fungsinya.

Hal pertama yang diperlukan adalah peraturan mailing list yang baik dan sosialisasi yang cukup. Peraturan miling list internal kelas sebaiknya dibagikan dalam bentuk hard-copy agar dibaca dan diperhatikan oleh calon peserta mailing list. Ketua kelas sebaiknya mempersentasikan dan mendiskusikan poin-poin peraturan yang kira-kira penting. Hal ini berguna untuk mencegah komplain di masa yang akan datang. Selain itu, peraturan yang diketahui dan disepakati bersama akan membuat peserta nyaman untuk mematuhinya.

Berikutnya, untuk mengatur isi dari diskusi tanpa membatasi peserta mailing list, sebaiknya diimplementasikan sistem taging ( penanda ). Setiap email yang dikirim ke mailing list internal harus memakai tag. Misalnya, gunakan tag OOT untuk posting yang kira-kira tidak begitu penting dan hanya bersifat hiburan. Kalau kita lihat contoh email dari andrew tadi, maka subjek pesan dari andrew akan tampak seperti ini : “Subject : [OOT] Liat deh, lucu banget !”. Dengan penanda, peserta mailing list dapat memilah-milah mana pesan yang perlu dibaca dan mana yang cukup dibuang begitu saja. Contoh tag lain yang dapat digunakan adalah “info”, “pengumuman”, “slide”, dsb sesuai kesepakatan.

Hal yang berikutnya harus diperhatikan adalah moderator. Moderator harus mampu mengarahkan jalannya diskusi, memberi peringatan, dan mensosialiasikan peraturan yang ada. Moderator juga harus memberikan contoh yang baik mengenai bagaimana memposting informasi ke mailing list. Tanpa moderator, peraturan menjadi tidak ada gunanya. Peraturan yang tidak ditegakan akan segera dilupakan oleh orang. Keseluruhan poin diatas adalah poin minimal yang diperlukan agar mailing list kelas dapat berjalan sesuai fungsinya.

Maka dari itu, agar maling list internal kelas menjadi nyaman, hendaklah kita mematuhi peraturan yang berlaku dan memperhatikan etika berdiskusi yang baik. Kita tidak tahu suasana hati orang yang memabaca email yang kita kirim. Mungkin saja mereka sedang kesal dan menjadi bertambah kesal saat membaca email sampah yang kita kirim. Selai itu, peserta mailing list memiliki asal-usul yang berbeda-beda. Janganlah mengirim informasi yang menyinggung masalah SARIP ( suku, agama, ras, dan IP ). Mengirim artikel tentang siraman rohani tentu sangat baik, namun hendaklah diperhatikan untuk tidak berisi sesuatu yang menyinggung dan menghina keyakinan orang lain. Begitu juga dengan daerah dan suku.

Satu hal yang harus kita tanamkan baik-baik adalah, mailing list merupakan ajang diskusi publik. Jangan jadikan forum diskusi publik menjadi ajang debat berdua. Jika anda hendak memposting hal yang sifatnya pribadi seperti ajakan kencan, tentu lebih baik jika dikirim ke email pribadi orang yang bersangkutan. Perhatikan juga tata-krama, kata yang anda anggap sopan mungkin saja tergolong kasar bagi orang lain. Untuk itu, mari kita baca baik-baik isi pesan yang kita tulis sebelum menekan tombol “submit”.

Ayo Belajar PHP - Part 2 Variable

Part 1 : Hello World

Hai guy’s ! Ketemu lagi ama gw di sini. Sekarang gw mau ngelanjutin artikel tentang belajar PHP yang sempat tertunda hampir sekitar 6 bulan ( how can ? ). Yes, dulu gw sangat sibuk tidur, he3.. Biar ni artikel bener-bener kebaca, gw ngebagi menjadi dua bagian besar : The important part dan the boring part. Yup, buat kalian yang gak hobi baca, cukup pahami the important part.

The Important Part

variable ::variasi :: variatif

Apa maksud ketiga kata diatas ? Gak ada, he3.. Sebenernya itu merupakan sedikit pemaksaan analogi dari gw. Variable adalah sesuatu yang nilainya bisa berubah-ubah sesuai keinginan kita. Lawan dari variable adalah konstanta. Hum.. definisi yang memuakan. Langsung aja kita lihat contoh :

$a = 10 ; // isi variable bernama ‘a’ dengan bilangan bulat ( integer ) 10

$a = “Wildan” ; // sekarang, kita ganti isi dari variable bernama ‘a’ dengan kalimat ( string ) “Wildan”

Ok, cukup jelas bukan penggunaan variable ? Sebuah variable di PHP bisa dijejali bermacam-macam data tanpa harus memikirkan tipe dari variable tersebut. Oh, emang variable ada tipenya yah ? Tidak usah dipikirkan. Sekarang, lihat aja variable $a di atas. Pertama dia diisi dengan integer 10, setelah itu berubah menjadi string “Wildan”. Ups, hampir lupa. Apa guna tanda dolar ( $ ) ? Cari sendiri, he3.. ( clue : $nama_variable )

Bagaimanapun juga, variable seperti yang tadi dicontoh hanya bisa menampung satu buah nilai. Kalau kita taro nilai yang baru, secara automatis nilai yang lama bakalan ilang. Adakah variable yang bisa menyimpan banyak nilai sekaligus ? Jelas ada, variable kayak gini disebut array. Ok, sekarang kita lihat contoh array.

$person[0] = “Edison”; // contoh array numeric
$person[1] = “Wankel”;

$creator[’Light bulb’]    = “Edison”; // contoh array asosiatif
$creator[’Rotary Engine’] = “Wankel”;

$i = 2 ;
$person[$i] = “jojon” // Array $person[2] diisi dengan nilai jojon.

$i = “Mesin Jahit”
$creator[$i] = “Butterfly” // Mirip ama contoh di atas 

Kita bisa ngelihat kalau array adalah rentetan variable yang dibundel jadi satu buah nama. Array yang pake angka ( $person ) mirip dengan buku. Untuk mengakses isinya kita cukup tahu nomer halaman ( kalau di array tadi ya indexnya ). Array yang kedua mirip dengan kamus ( $creator ). Cukup dengan mengetahui kata apa yang kita cari, maka kita akan segera mendapat padanannya di kamus.

Sebenernya masih ada satu jenis variable lain di PHP, yaitu objek. Tapi untuk sekarang, kita lewat saja dulu. Ok, cukup sekian untuk important part.

The Boring Part

Aturan penamaan variable

Yes, kita gak bisa sembarang ngasih nama. Tenang aja, gak mesti bahasa inggris kok, yang penting sesuai dengan aturan penamaan yang berlaku :

  1. Dimulai dengan tanda dolar
  2. Karakter kedua berupa huruf atau underscore ( _ )
  3. Dilanjutkan dengan angka, huruf, atau underscore.
  4. Gak boleh sama ama reserved word ( kata yang udah di boking ama PHP)

Pada intinya, berilah nama variable sesuai kegunaanya. Gak usah ngasih nama yang aneh-aneh atau panjang-panjang. Percaya deh, susah buat ngingetnya !  Jangan membiasakan diri menggunakan suatu variable berulang untuk berbagai keadaan. Percaya deh, gak baek buat kelangsungan hidup program.

Variable References

Mungkin diantara kalian ada yang familiar dengan istilah pointer. Pointer adalah variable yang menunjuk ke variable lain. Di PHP, istilah ini kita sederhanakan menjadi alias. Yuk kita lihat contoh ;

$wildan = “ganteng” ; // [1] Jangan sirik, gw yang nulis

$beruang = &wildan ; // variable $beruang jadi alias untuk variable $wildan

$beruang = “sangat tampan” ; // lihat [1]

Tebak apa isi dari variable $wildan sekarang ? Yes.. “sangat tampan” . Intinya, tanda “dan (&)” digunakan sebagai perintah agar suatu variable berubah menjadi alias bagi variable lainnya. Pada contoh diatas, $beruang adalah nama lain dari $wildan. Kalau isi dari $beruang kita ubah, maka isi dari $wildan bakalan ikut berubah. Apa guna dari teknik alias ? Hum.. he3..  Sebenernya banyak, tapi gw bakal jelasin ntar

Variable variables

Ini konsep yang agak unik sebenernya, coba perhatikan contoh di bawah baik-baik :

$rachman = 12 ;

$nama = “rachman” ;

$asep = $$nama ;

Setelah semua statement di atas di eksekusi, isi dari variable $asep adalah integer 12. Kita lihat step by step nya mengapa semua itu harus terjadi :

  • Variable $rachman diisi dengan nilai integer 12
  • Variable nama diisi dengan string “rachman”
  • Lihat baris ketiga disinilah magic nya . $$nama -> ${$nama} -> ${rachman} -> $rachman

Akhirnya si asep menerima isi dari variable $rachman yaitu integer 12.

Lagi – lagi, sebenernya pembahasan mengenai variable beleum selesai sampai disini. Kita masih punya utang banyak :

  • Variable Scope  : Ntar dibahas sekalian ama fungsi
  • Array traversal : Ntar dibahas sekalian ama looping
  • Static variable  : Sama, ntar dibahas sekalian ama fungsi

Reference : Masih sama ama yang kemarin

Happy Codding !

Alasan Seminar Gagal

note : Post ini terinspirasi dari posting kawan gw freddy.

Kenapa seminar bisa gagal ? Sebenernya yang namanya gagal itu relatif. Ruang seminar tiba-tiba meledak bisa dibilang gagal. Pembicara meninggal di tengah acara juga bisa dibilang gagal. Gagal disini kita persempit aja yah jadi “sepi pengunjung”. Sebenernya gampang gampang susah buat nganalisis kenapa seminar bisa sepi pengujung, kita mulai dari teori paling sederhana : “Suatu seminar dikatakan “worthed” untuk dihadiri jika cost yang dikeluarkan untuk hadir lebih kecil dari benefit yang didapat” .

Apa aja cost yang dikeluarkan untuk ikut seminar ?

  • Waktu : Tambah lama seminar dilaksanakan, tambah tinggi cost yang dibutuhkan untuk ikut seminar tersebut. Seminar yang keren gak mesti jalan seharian. Boring kali ? Mendingan cuman 3 jam tapi bener-bener berkesan. Seminar tu lebih mirip cukur rambut dari pada roller coaster : tambah lama gak mesti tambah asyik.
  • Uang : Tambah mahal biaya masuk seminar, tambah tinggi cost. Kalau masang tarif 500.000 ke mahasiswa sapa yang mau dateng ? Kecuali ESQ kali yang udah punya brand, itu juga training bukan seminar.
  • Energy : Maksud dari energy ya posisi ruang seminar, disana kita ngapain aja, bla bla bla. Misal kita ngadain seminar di Baranang Siang dengan taget audience anak TPB, jelas cost dari energy bakalan naik secara signifikan

Masalahnya, orang gak akan tau berapa besar benefit yang dia dapat kalau belum ikut tu seminar ampe beres. So dia akan memperhatikan beberapa faktor yang bisa dilihat sekarang untuk memperkirakan selisih antara cost dan benefit setelah dia mengikuti seminar terebut :

Faktor Seminar

  1. Pembicara : Cukup jelas,
  2. Tema / Topik dari seminar : Tema bukan hanya harus menarik, tapi juga enggak norak. Mahasiswa kadang gengsi megang sertifikat bertuliskan nama dia telah ikut seminar dengan tema “cepet kawin ? asyik lagi !!” . Kategori tema apa yang menarik adalah personal choice. Make topik yang udah lama gak apa-apa kok asal vintage. Jangan ngasih topik pembicaraan yang terlalu umum apalagi topik yang bisa kita dapet dengan ngedengerin khutbah shalat jum’at.
  3. Ruangan tempat seminar : Ini kadang-kadang kurang diperhatikan. Kalau gw ngeliat ada seminar di auditorium rektorat dan ‘gratis’, score ketertarikan gw bakalan naik meskipun mungkin temanya biasa-biasa ajah. Tapi kalau ruangnya di ‘DAR’ ( bayar pula 100rb ), huh..
  4. Poster : Yep, gw pernah lihat poster tentang seminar cinta. Warna dasarnya pink, sesuai banget dengan tema cinta. Sayang, pembicaranya bertampang kuburan. Dari awal ngeliat gw udah ragu, apa mungkin dia bicara soal cinta ? Poster mencerminkan seberapa ‘wah’ ni seminar. Kadang-kadang , orang bisa menilai seberapa heboh ni seminar dari seberapa heboh publikasinya. Gak usah ragu nyewa designer proffesional buat bikin poster.
  5. Cost : Rule nya sederhana - “Jangan berani-berani minta charge kalau gak bisa ngasih makanan dan atau sertifikat”

Faktor External
Kadang kadang orang tetep datang ke seminar biarpun 5 aturan di atas gagal semua dipenuhin, why ? Karena ada faktor external :

  1. Diwajibin ama departemen
  2. Diajak gebetan

Yeah, gak ada alasan lain kayaknya, he3..

Gelas Setengah Kosong

Preface
Setiap orang punya cara pandang sendiri terhadap sesuatu. Berdasarkan hipotesis tersebut, gw mencoba mengingat-ngingat sifat kawan-kawan gw, dan dengan metode simplex yang gw dapet di mata kuliah Riset Operasi, gw  mencoba untuk memprediksi tanggapan mereka terhadap suatu objek. Yang menjadi objek kali ini adalah gelas berisi air tapi gak penuh.  , inilah hasilnya :

Orang Pesimis : Gelas ini setengah kosong

Orang Optimis : Gelas ini setengah penuh

Orang Teknik : Ukuran gelas ini dua kali dari yang dibutuhkan

Hendro : Hm.. kapan gw muka gw bisa sebening air di gelas ini, setengahnya juga gak apa-apa lah

Air : *Berubah jadi keruh buat menghibur hendro*

Arief Mesum  : Kalau sp***a gw bisa sebanyak air di gelas itu, beuh… ! *buka parbrik*

Ardhan : Gelasnya cupu neh ! ( iya, emang gak nyambung :P )

Yuli : *Kepalanya bersinar kayak lampu bohlam 100 watt, lalu bersabda dengan penuh kesotoyan* Mitosnya.. gelas setengah kosong itu artinya udah ada yang minum.. ( ya ya ya, gw percaya )

Prames : *ambil hp, ngetik sms : * “Teman itu bagaikan gelas, sesedikit apapun kebaikan yang diberikan si air,sang  gelas tak akan pernah mengecil”  *Forward ke 1000 orang*

Bam’s : *Nerima sms dari prames - terharu - buka fs - nulis testi* Subhanallah ya akhi prames.. terima kasih atas pelajaran berharga yang akhi berikan pada anna. Anna baru tahu kalau gelas itu ternyata seperti itu ya ?

Mustofa : *Minum tanpa basa-basi* ( maklum onta )

Saul : *Nanya yang punya gelas sambil pasang tampang super-ultra-mega-cabul* Kok minumnya gak dihabisin ? Lu lagi ada masalah apa sebenernya ?

Zaki : …. …. …. ….  *No Comment*

Ridwan gay : Air siapa nih ? Minta dong gw !?

Faul : *Tangannya di taro di dasar gelas, terus digerak-gerakin ke atas ke bawah* Keliatan ! Gak keliatan ! :D

iki : Siapa yang punya gelas ini, pinjem duit dong ?

Maryam : *Pura-Pura jadi yang punya gelas*  ( cuit cuit :p )

Andreas ( Asdos ) : Yang mau minum di luar aja yah !!

Atul : *Siap-siap berenang* ( kidding tul, he3.. :P )

Endy : *terkejut lalu berguman tanpa merasa bersalah* Ya ampun, cakep sekali bayangan di gelas itu. Biar airnya cuman setengah, tetep aja cakep !

Gelas : prank.. *pecah*

TAMAT

Note : no 1 dan 2 gw denger di seminar apa… gitu. No 3 gw nemu di internet, sisanya hasil analisis :D

Nyambungin wordpress ama multiply

Problem : Gw punya dua blog, di multiply ama di wordpress ( sebenernya bukan, tapi gw pake enggine wordpress ), gimana caranya, andai gw ngepost di wordpress, maka automatis tampil di multiply ? Begitu juga sebaliknya !

Ureq :

  1. Dua arah ( wordpress <-> Multiply )
  2. Automatis

Itu doang sebenernya, mari kita lihat resource dan kendala yang ada :

  • Pintu masuk untuk wordpress banyak, yang paling simple adalah post via email.  Solusi lain yang bijaksana adalah RSS to blog-post ( pake plugin orang atau gw coding sendiri sama aja )
  • Pintu masuk ke multiply yang belum gw selidikan, setau gw baru post via email doang. Tapi dari wordpress gw tinggal masang “hook” biat setiap post baru muncul langsung di imel ke alamat yang bersangkutan.
  • Pintu keluar .. dari multiply kayaknya cuman RSS feed. Kalau dari wordpress gw bisa bikin pintu sendiri.

Main Problem

  • Kalau kita jeli, sebenernya masalah paling utama adalah sinkronisasi. Enggine harus diberi tahu, post baru mana yang harus dikirim, post baru mana yang “cukup tampilkan saja” , begitu juga dengan post masuk.

Gampang nya gini, anggap pintu keluar wordpress adalah email, dan pintu keluar multiply adalah RSS. Secara automatis, pintu masuk multiply harus email dan pintu masuk wordpress adalah RSS dari multiply. Lihat case nya :

  1. Gw bikin posting di wordpress.
  2. Wordpress ngirim email secara automatis ke multiply
  3. Multiply nerima email dari wordpress
  4. Multiply nampilin post yang sama, lalau ngirim RSS
  5. Wordpress nerima RSS, dan menganggap itu adalah post baru yang harus ditampilkan.
  6. Wordpress nampilin post dari RSS multiply itu.
  7. Balik ke no 2, he3..

Solusi :

Untuk saat ini gw simpen dulu dalam hati sampai ada prof of concept nya,he3.. happy coding

Korek Api

Cerita basi : “Rokok banyak, korek gak ada”. Kadang gw heran ama diri gw sendiri, bagaimana bisa hal konyol seperti itu terjadi. Air banyak kopi gak ada ma biasa, begitu juga dengan korek banyak rokok gak ada : biasa.  Kebalikannya adalah hal yang aneh. Lebih aneh dari pulpen banyak kertas gak ada, Daripada terus-terusan dipikirin and malah makin gak nyambung, mari kita analisis kenapa hal bodoh seperti itu bisa terjadi, mungkin bisa jadi pelajaran buat yang lain :

Possible Cause

1. Gw kurang bersyukur .  Ya.. di masa “jaya”, korek bertebaran dimana-mana. Bisa 3 kotak korek kayu, korek gas, + zippo. Belum kalau punya orang ketinggalan di kamar gw. Tambah jaya gw. Apa yang gw lakukan ? Gw taro tu korek di sebarang tempat, kadang-kadang gw bakar-bakarin gak jelas. Pernah juga gw bawa ke kamar mandi teruz nyebur ke bak and basah.. *bodoh*

2. Gw teledor . Problem lama tapi masih dasyat efeknya. Main kerumah temen, ngerokok, ketinggalan ( biasanya kalau rokoknya udah abiz ). Panik ? No.. masih banyak ini dikamar, he3.. ( efek dari perbuatan no 1 ).

3. Kurang Menghargai. Berapa sih harga korek api ? Paling 300 perak. Jangankan korek 300 perak, korek Zippo yang harganya 55 ribu aja gw gak bisa ngerawatnya. Di benak gw sudah tertanam bahwa “rokok lebih mahal dari korek, so.. rokok yang harus dijaga” . Alasan lain, kita bisa dengan mudah ngedapetin api gratisan ( minta ke warung ), tapi minta rokok ? Huh.. di suruh ngepel dulu gw, he3..

4. Lupa kalau korek dan rokok adalah barang komplementer.  Analoginya sama kayak sepatu ama kaos kaki. Nilai fungsionalitas dari sepatu akan berkurang kalau gak ada kaos kaki. Tapi.. kaos kaki murah.. sepatu mahal.. Hilang kaos kaki biasa, hilang sepatu  baru kesel, padahal..

5. Api beda ama udara . That’s right, peluang kita kesulitan atau bahkan hampir mustahil untuk mendapatkan api, JAUH LEBIH BESAR daripada peluang kita kesulitan mendapatkan udara - bahkan air. Jangan mentang-mentang korek api lagi banyak teruz kita sepelekan..

Pada intinya, kita baru merasa membutuhkan sesuatu saat kita sudah kehilangan, so.. bersyukur dan hargailah, apa yang kita miliki saat ini..

Henpon oh Henpon

Sebagai anak muda yang gaul dan ke kini-kinian ( halah ), tiap ngenet gw selalu ngebuka fs ( friendster .. :p ) . Hum.. rupaya kali ini ada 2 message, dan 2 buletin.. Pas gw baca :

Buletin 1 :

suemua temen ku yang namanya ika
kehilangan HP…(Sorry to hear that)
tapi aku kehilangan sesuatu yang
menurutku lebih berharga…

BINTANG HATIKU

merindukannya…

karna dia ada disini selamanya

Ho.. gw gak gitu ngerti sih isinya, curhat ? Apa ngumumin hilang hp ? Anyway, qt buka pesan no 2 :

sesuai dengan judul, gw mau ngumumin klo
buat sementara ini hp gw berstatus ilang…
Semua kontak gw ada di HP gw..

sekarang c gw lagi pake hp dan sim card
punya temen gw. Nanti gw bakal ngasih
tau beberapa orang nomer smntara yg lagi
gw pake.

Ho.. agai, masih tentang HP. Kali ini dari yuli kawan gw. Sabar ya boz, makanya jangan suka ngorek-ngorek kotak amal :p

Sekarang.. ayo buka message ! Biasanya kalau gak hoax, isinya curhat, he3..

ge: dear sir/madam,
minggu lalu saya mendapatkan musibah pada ha-pe saya, sehingga menyebabkan semua no yang ada di ha-pe saya menghilang dengan kecepatan tinggi..
oleh karena itu, apabila anda tidak keberatan, tolong kirimkan no ha-pe anda,
agar tidak putus tali silaturahmi antara kita..
terimakasih, saya tunggu no ha-pe anda..
nb:no ha-pe saya tidak berubah

sincerely,

okta

Uh uh uh, lagi lagi hape. Ada apakah ini ? apakah dewa henpon lagi marah ?

Dan yang terakhir..

———————————-
Original message from ***:
> Dear all my friends..
>
> Here is my new cell phone number..
>
> 0852*******
>
> Please do save it..
>
>
> Regards,
> ******

Ya.. ya.. ya.. Buat semua yang punya henpon, bersyukurlah kalian, jangan lecet dikit merengek minta baru ke ortu :p

Ketika Cinta Bertasbih

Now i cannot speak.. Lose My Voice.. I’m speechless and redundant.. ( Greenday - redundant)

Pagi

Hari ini hari selasa. Tapi hari ini bukan selasa yang biasa buat gw. Ya.. hari ini gw akan melakukan sesuatu yang belum pernah gw lakukan sebelumnya - sejak nafas gw mulai mengisi ruang-ruang udara di bumi ini sampai sekarang gw sudah 19 tahun lebih menjalani kehidupan yang fana. Bukan, gw bukan mau ke kencing sambil koprol.. Hari ini.. Gw ujian basis data..

Malam Sebelum Pagi ( Flasback )

Gw + Ketiga kawan gw terdiam di kosan. Ada erricson yang makin tinggi, ada saul yang gitu-gitu aja.. ada yang yuli yang makin aneh. Kita semua punya tujuan yang sama, Nonton Sinetron Belajar basis data. One to many, mandatory one, entity, relational algebra, union, bla bla kita lahap tapi gak abis. Begitulah.. banyak bahan yang sepertinya penting semua. Tapi di soal tahun lalu kagak ada , tapi mau dilewat takut keluar di ujian. Lieur..

Duduk Dikelas

Gw udah duduk, kelasnya sepi, banyak anak minor ( yang kayaknya pada suram ). Pulpen udah siap, posisi apalagi, soal + lembar jawaban udah ada di atas meja, pokonya sip.. Semua materi di kepala gw udah siap buat dimuntahin. Lobang idung gw gak pernah sekeren ini. Sekilas gw ngelihat soal yang masih dibalik itu. “Anjrit.. banyak banget tulisannya.. ” Pikir gw..

Treng !

Lembar pertama isinya soal. Buatlah diagram ER, Relational Maping, bla bla bla.. Humm.. kayaknya si rule ada di belakang. Pas gw baca isinya kayak gini :

Maun adalah mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di mesir. Ia satu-satunya mahasiswa indonesiia yang mendapat nilai blablabla jiddan . Menginjak tingkat 2, ia mulai mengalami masalah keuangan … … … .. E$%^$%^

Paragaraf terakhir :

“Cerita selengkapnya baca novel “Ketika Cinta bertasbih karangan Habbiburahman EL Sirazi .. “

I cannot speak.. Lose My Voice.. Speachless and redundant..

Berbagai komentar bodoh kesan pertama muncul :

Gw : “Hm.. salah cetak nih, mana udah di copy lagi, kayaknya bakal diundur

Anonim 1 : “Wah.. kok jadi soal sosum ? ”

Anonim 2 : “Mas, ini soalnya cuman 2 lembar ?

Anonim 3 : “Ini soal ujian kita kayak gini nih ?

Anonim 4 : “Hum.. ? Apa yang mau dikejain ?

Anonim 5 : “Wah, jangan2 pak dosen kita sebenernya habbiburahman ?

Anonim 5 : “Pasti di novelnya ada diagram ER

Arief temen sebelah gw : “Dan, pinjem pulpen dong ! ” ( Gak nyambung )

Sayang seribu sayang,  kutipan novel tadi bukan salah ketik, tapi.. ya itulah soalnya, he3..

Uh.. suram..